Skip to main content

Allah Is Always There For Us

We are not alone in the struggles of life. We all have our own personal scars which defines who are and they were given to us by Allah.

Whatever difficulty we are facing right now, know that it is a test from Allah and that this test could be our ticket to Jannah.

Don't stress, calm down, learn to trust and have faith in Allah. Be aware of Allah & leave your affairs to him.

Be aware that Allah is aware [have taqwa] & make doa, ask for his mercy, his forgiveness, his guidance, pour your heart out to him, know that he is aware of what you do and what is in your heart even in times when you have forgotten him. Remember the countless blessings Allah has given you & that only he can give you ease after the difficulty. 

So be patient for Allah is with those who are patient. 

Comments

Popular posts from this blog

IMPIAN @ MATLAMAT AKU 10 TAHUN AKAN DATANG

Setiap dari kita pasti mempunyai impian dan matlamat di dalam hidup.  Selalunya segala impian dan matlamat itu kita simpan di dalam hati dan tidak kita war-warkan atau kita zahirkan kepada umum kerana kita menganggapnya sebagai 'harta' peribadi. Aku juga menyimpan beberapa Impian dan Matlamat untuk diriku dan juga  untuk ahli keluargaku yang sangat aku sayangi.  Sebagai seorang wanita Islam, Aku ingin sentiasa menjadi seorang  hamba Allah yang sentiasa taat pada perintahNya dan aku juga berharap agar aku sentiasa diberikan petunjuk oleh Allah s.w.t ke jalan yang benar dan diredhaiNya.  Aku ingin menjadi hamba yang mendapat keredhaan  Allah pada setiap masa.  Aku juga ingin menjadi hamba yang mengamalkan sunnah Rasulullah dalam kehidupan aku seharian. Aku cinta Allah dan Aku sayang Rasulullah.  Amin Of course, sebagai isteri, tentulah aku ingin sentiasa menjadi isteri yang solehah, taat  dan setia pada  suami, kerana d...

HATI !!! ADAKAH ENGKAU TENANG HARI INI

Seringkali kita jaga hati insan lain, Namun hati sendiri terluka dalam sepi. Sampai bila harus begini? Kita jadi pendengar segala cerita, Tenang tatkala amarah melanda, Sabar, diam menanggung rasa. Namun siapa yang memeluk jiwa kita, Menyejukkan luka yang tak terucap? Tiada salahnya menjadi baik, Tapi salah jika kebaikan itu memakan jiwa, Menghancurkan diri dalam senyap. Hati kita juga punya rindu, Perlu diusap, perlu dijaga. Jika dunia tak mengerti, Biarlah kita yang merawat sendiri, Dengan kasih sayang yang tak bertepi. Mulailah hari ini, letakkan tangan di dada, Bisikkan pada hati, “Adakah kau tenang di hari ini?” Jangan lupa, kawan, Bahwa kita bukan malaikat tanpa kelemahan, Bukan batu karang yang tak retak atau rapuh. Kita juga manusia, Yang perlukan ruang untuk menangis, Untuk marah, untuk lelah, dan untuk sembuh. Berikan diri izin untuk berhenti sejenak, Menghela nafas dalam-dalam, Merasakan detak jantung yang sama, Sambil memeluk harapan yang masih t...